
Keberanian dan pertimbangan merupakan dua faktor yang memengaruhi orang dalam bertindak, melakukan suatu pekerjaan, termasuk menulis artikel atau buku. Ada empat zona yang muncul sebagai akibatnya.
Pertama, zona lemas. Dalam zona ini orang kurang berani dan kurang pertimbangan untuk bertindak (menulis). Hasilnya, tidak ada tindakan (tak ada karya tulis).
Kedua, zona kritikus. Dalam zona ini ada begitu banyak hal yang dipertimbangkan, sehingga keberanian bertindak menjadi rendah. Hasilnya, produktivitas rendah karena terlalu banyak “kritikus” dalam otak yang bersangkutan. Keberanian dianiaya oleh pertimbangan. Ini situasi yang sering saya lihat di lingkungan akademis, banyak yang pandai “mengkritisi”, tetap sedikit sekali yang berkarya (meneliti dan menulis).
Ketiga, zona nekat. Dalam zona ini keberanian tinggi, namun pertimbangan kurang. Hasilnya, produktivitas tinggi dengan kemungkinan salah disana-sini. Sejumlah wartawan dalam masa percobaan bermukim di wilayah ini.
Keempat, zona keunggulan atau kearifan. Disini produktivitas tinggi dengan hasil-hasil yang memuaskan. Tidak banyak penulis yang sampai ke wilayah ini.
Nah, dalam
... baca selengkapnya di Zona Nekat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apakah diantara kalian ada yg berminat memiliki cita-cita sebagai seorang Astronot? Mungkin ada atau bahkan memang tidak ada? Namun lain bagi Wayan sebut saja begitu,Remaja yg bernama lengkap I Wayan Laba Widnyana ini,memiliki suatu cita-cita yakni sebagai seorang Astronot. Mengapa? Alasannya ialah karena ia ingin sekali menjadi orang pertama dari negara Indonesia yg ingin pergi ke luar angkasa serta mengibarkan bendera sang Merah-Putih. Remaja kelahiran 30 Oktober 1992 ini,mengakui bahwa dia ingin sekali mengharumkan nama bangsa Indonesia ini. Meskipun sekarang dia masih bersekolah di Kejar Paket C (setara SMA) kelas XII,namun baginya memiliki cita-cita sebagai seorang Astronot adalah hal yg perlu ia capai,ia yakin bahwa suatu sa'at nanti ia bisa meraih cita-citanya itu. Beberapa waktu lalu ketika ia membaca sebuah artikel di internet yg menyatakan bahwa "Malaysia berhasil mengirim Astronot pertamanya ke luar angkasa,Indonesia kapan...???" mendengar hal seperti itu,akhirnya Wayan berpendapat "mengapa negara Indonesia belum bisa mengirim astronot pertamanya ke luar angkasa,mengapa kita mau dikalahkan oleh negara tetangga kita seperti Malaysia...?". Mungkin ada benarnya pendapatnya Wayan seperti itu,namun untuk meraih cita-cita tersebut diperlukan usaha yg amat keras,rajin berusaha,pantang menyerah,serta harus memiliki hati sekeras baja serta tahan banting. " Kalau memang tidak memiliki itu semua,rasanya akan cukup sulit untuk meraih cita-citanya tersebut." tegas Wayan. Beberapa waktu yg lalu ia mengirim e-mail kepada NASA,yg isinya ialah syarat menjadi seorang Astronot,tapi akhirnya e-mail tersebut telah di respon serta ditanggapi baik oleh pihak NASA. Dan selang beberapa hari,Wayan kembali mencoba mengirim e-mail kembali kepada NASA,tapi tetap tak ada balasannya dari pihak NASA itu sendiri. Beberapa waktu yg lalu,ada temannya yg mengejek tentang cita-citanya dia sebagai seorang astronot,temannya berkata kepada Wayan bahwa "sudahlah,mending kamu kubur-kubur saja impianmu untuk menjadi seorang Astronot,lagian kamu gak akan bisa mencapainya..." Mendengar omongan seperti itu, Wayan tidak merasa marah sedikit pun kepada temannya,justru ia merasa itu adalah suatu pantangan baginya. Wayan memiliki prinsip seperti "Semakin tinggi pohon itu,maka semakin deras pula anginnya". Yang artinya "Semakin tinggi cita-cita seseorang,maka semakin pula banyak rintangannya...".
Baiklah Wayan tetaplah bersemangat untuk meraih cita-cita mu itu,serta berjuanglah dengan sekuat tenaga. Indonesia sedang menunggu calon astronotnya,dan calon astronotnya ialah kamu Wayan. Indonesia pasti bangga memiliki warga negara seperti kamu Wayan. Semoga kamu Wayan bisa menjadi astronot pertama dari Indonesia yg bisa mengibarkan bendera Merah Putih di luar angkasa. Amin...